Mantapkan Data Stunting, Pemkab Meranti Sosialisasi , Si Denting

Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus melakukan inovasi untuk menurunkan prevalensi Stunting. Salah satunya dengan membangun dan mensosialisasikan Aplikasi Deteksi Dini Cegah Stunting (Si Denting) di maksudkan untuk menurunkan angka stunting dengan cara menerapkan sistem deteksi dini yang bersifat mitigasi atau pencegahan serta menggiatkan posyandu sebagai deteksi dini tumbuh kembang anak. Kamis (01/07/2021).

Aplikasi berbasis Android ini disosialisasikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam acara Rapat Koordinasi Pemantapan Manajemen Data Stunting dan Sosialisasi Aplikasi “Si Denting” yang digelar pada Rabu (30/6) bertempat di Aula Kantor Camat Tebingtinggi Barat. Pengenalan Aplikasi ini dilakukan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti selaku Koordinator Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting (TKP2S) Kabupaten Kepulauan Meranti, yang diwakili oleh Kepala Bidang(Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Rosita,S.STP,MM. 

Acara Rakor sekaligus Sosialisasi Si Denting ini dibuka oleh Camat Tebingtinggi Barat Said Zamhur, dan dihadiri Kepala Puskesmas Alai Tebingtinggi Barat dr.Moses,Ketua Tim Penggerak PKK Tebingtinggi Barat, sekaligus Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Syarifah Zumah. Turut hadir sejumlah perkawilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selain Disdikbud, hadir pula perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara peserta Rakor dan Sosialisasi berasal dari Ahli Gizi Puskesmas Alai, Kepala Desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Pendamping Lapangan KB, Penyuluh Pertanian, tokoh masyarakat dan lainnya.

Kabid PPM Rosita, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa Aplikasi Si Denting ini merupakan salah satu Aplikasi yang dibangun dalam rangka mendukung komitmen Pemkab Kepulauan Meranti untuk menyajikan Data Intervensi Stunting yang akurat dan tepat. “Kendati telah dipercaya oleh Provinsi Riau sebagai Kabupaten Terbaik Pertama dalam Penilaian Kinerja Stunting Tingkat Provinsi Riau selama dua tahun berturut-turut (2020-2021), bukan berarti kami lantas merasa puas. Kami terus berupaya menciptakan inovasi-inovasi untuk mempercepat penurunan prevalensi Stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga tercapai target zero Stunting di Kepulauan Meranti”, ujar Rosita.

Aplikasi “Si Denting” ini menurut Rosita, merupakan aplikasi yang digagas pembangunannya oleh Bappeda Kabupaten Kepulauan Meranti, selaku Koordinator TKP2S) Kabupaten Kepulauan Meranti. Gagasan membangun system berbasis android ini, berangkat dari keinginan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam merencanakan,  melaksanakan dan memonitoring sekaligus mengevaluasi pelaksanaan konvergesi pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai dari lini paling bawah, yakni mulai dari Keluarga, Desa, Kecamatan sampai ketingkat kabupaten.

“Melalui system “Si Denting” ini nantinya, pelaku konvergensi mulai dari desa, kecamatan, sampai ketingkat kabupaten akan mudah memantau dan mengevalusi pelaksanaan konvergensi di berbagai tingkatan. Terutama kinerja pelaku konvergensi di tingkat desa. Kepala Desa misalnya bisa memantau kinerja kader Posyandu dan Bidan Desa dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan. Sekaligus bisa memantau kasus Stunting di Desanya setiap bulannya”, kata Rosita.

Teknisnya sebut Rosita, dalam aplikasi ini nantinya Bidan desa dan Kader Desa akan menginput aktivitas terkait dengan perkembangan keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) khususnya menyangkut indikator intervensi Stunting  dengan sasaran Ibu Hamil, Bayi bawah 2 tahun, dan Balita. “Misalnya terkait aktivitas Posyandu, nanti Bidan Desa akan menginput Balita dan ibu hamil yang datang ke Posyandu. Jika ada yang tidak hadir, akan langsung ada pemberitahuan di aplikasi. Kemudian kader akan mengambil tindakan, seperti mendatangi rumah orang tua Balita yang tidak hadir pada Posyandu”, kata Rosita.

Camat Tebingtinggi Barat, Said Zamhur menyambut antusias keberadaan aplikasi “Si Denting” ini. “Kami sangat mendukung dan menyambut antusias keberadaan Aplikasi ni. Kami berharap dengan adanya aplikasi ini nantinya akan memudahkan bagi kami di kecamatan untuk memperoleh informasi terkait penanggulangan Stunting di Desa wilayah kerja kami’, kata Said Zamhur.

Kepala Puskesmas Alai dr. Moses juga menyambut baik keberadaan aplikasi Si Denting. “Kami merasa cukup terbantu dengan keberadaan aplikasi ini, dalam rangka menghimpun data Stunting yang lebih akurat dari kader di lapangan. Melalui aplikasi ini nantinya kami berharap bisa memantau perkembangan Stunting di Kecamatan Tebingtinggi, khususnya intervensi bidang kesehatan setiap bulannya,” kata Moses.

Dukungan cukup antusias dan bersemangat juga disampaikan oleh Tim Konvergensi Stunting Provinsi Riau, diantaranya dari Bappeda Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Tenaga Ahli Pendamping Stunting Kemendagri, dan sejumlah kabupaten/kotalokus Stunting Provinsi Riau, yang disampaikan melalui akun social media WhatsApp Grup Riau Stunting 2020. Kabid PPM Provinsi Riau selaku Tim Koordinasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Provinsi Riau Heri Hermanto,S.Hut, misalnya, menyampaikan komentar “Keren.. semoga bayi yang diukur bisa ditingkatkan.. insyaAllah mendekati 100% .. aamiin”, ujarHeri. TA Stunting Kemendagri Fahrurrozi menyampaikan komentar “Memang OK selalu ada kreasiaksi untuk turunkan Stunting. Terima kasih Meranti…”,ujarFahrurrozi.

“Alhamdulillah, Kami Tim KoordinasiProvinsi Riau senang melihat kabupaten/kota berpacu dalam berbagai usaha untuk menurunkan Stunting. Is the best”, ujar Neng Kasmiati, Tim Konvergensi Stunting dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau.(MC Meranti/Ma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *